Selamat Datang
Welcome to Flores Island
Jelajahi keindahan alam dan budaya Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari danau tiga warna Kelimutu hingga kampung adat Bena — pulau ini menyimpan keajaiban yang siap untuk Anda temukan.

Destinasi & Tema
Enam pintu masuk untuk memahami Pulau Flores
Danau KelimutuBaca selengkapnya →Tiga danau kawah dengan warna yang selalu berubah di puncak Gunung Kelimutu.
Budaya FloresBaca selengkapnya →Lembata, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai — kekayaan tradisi dan kain tenun ikat.
BajawaBaca selengkapnya →Kota di kaki gunung dengan udara sejuk, gerbang menuju kampung adat dan situs prasejarah.
Bena KampungBaca selengkapnya →Kampung tradisional Ngada dengan rumah ngadhu dan bhaga di kaki Gunung Inerie.
Alam FloresBaca selengkapnya →Bukit hijau, gunung berapi, pantai pasir putih, dan laut biru yang memukau.
EndeBaca selengkapnya →Kota bersejarah, tempat Soekarno menggali ide Pancasila ketika diasingkan.
Tentang Flores Island
Flores adalah sebuah pulau di kepulauan Nusa Tenggara, dengan luas sekitar 14.300 km². Pulau ini terkenal dengan pemandangannya yang dramatis: gunung berapi aktif, danau vulkanik, hutan hujan, serta deretan pantai pasir putih dan pasir merah muda. Penduduknya yang ramah memelihara beragam tradisi adat — dari upacara Reba dan Caci di Manggarai hingga tenun ikat khas Lembata, Sikka, dan Ende.
Nama "Flores" sendiri berasal dari bahasa Portugis, "Cabo das Flores", yang berarti "Tanjung Bunga". Hingga kini, julukan itu tetap melekat — Flores adalah taman bunga raksasa di tengah samudera Indonesia.

Catatan & Cerita Terbaru
Cerita pendek tentang Flores, ditulis dari perjalanan dan pengamatan.
Lihat semua
→27 Mei 2011
Maaf dan Kasian Untuk Orang FloresSebuah refleksi singkat tentang orang Flores, tanah yang keras namun penuh cinta dan kebersamaan.Catatan Perjalanan
Keindahan Danau KelimutuPengalaman menyaksikan tiga warna danau kawah di puncak Gunung Kelimutu saat fajar menyingsing.Tradisi Manggarai
Budaya Caci — Tradisi Tarung FloresCaci, seni bertarung tradisional menggunakan cambuk dan perisai dari kulit kerbau.