Ende — Kota Ende, Flores

Ende adalah salah satu kota terpenting di Pulau Flores — pusat pemerintahan Kabupaten Ende sekaligus pintu gerbang menuju Danau Kelimutu. Di kota inilah Soekarno, presiden pertama Indonesia, sempat diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda dari tahun 1934 hingga 1938.

Sejarah Singkat

Saat menjalani pengasingan di Ende, Soekarno tinggal di sebuah rumah sederhana yang kini dikenal sebagai Rumah Pengasingan Bung Karno. Di kota inilah ia merenung di bawah pohon sukun, memikirkan dasar-dasar negara yang kelak menjadi Pancasila. Patung Bung Karno yang sedang merenung di tepi pantai Ende menjadi salah satu monumen paling ikonik di Flores.

Ende juga merupakan kota pelabuhan tua. Sejak abad ke-16, kota ini menjadi titik pertemuan pedagang dari Jawa, Bugis, Arab, Tionghoa, hingga Portugis dan Belanda. Lapisan budaya yang berlapis-lapis ini membuat Ende terasa berbeda dari kota-kota lain di Flores.

Pantai dan kota Ende

Daya Tarik Ende

Pemandangan dari Ende menuju Kelimutu

Gerbang Kelimutu

Sekitar 51 km ke arah timur dari kota Ende terbentang desa Moni — basecamp menuju puncak Danau Kelimutu.

Ke Danau Kelimutu →
Pesisir laut Ende

Pantai Ende

Pantai berbatu hitam khas pulau vulkanik. Tempat favorit warga lokal menyaksikan matahari terbenam.

Warga Ende dengan pakaian adat

Tenun Ikat Ende

Motif geometris dengan warna alam yang dalam. Setiap keluarga di Ende menyimpan kain ikat untuk upacara adat.

Pelajari budaya Flores →

Akses Menuju Ende

Ende dilayani oleh Bandara H. Hasan Aroeboesman yang melayani penerbangan domestik dari Kupang dan Denpasar. Pelabuhan Ipi menghubungkan kota ini dengan jalur laut ke pulau-pulau lain di Nusa Tenggara. Dari Ende, Anda dapat melanjutkan perjalanan darat ke Bajawa atau Maumere melalui jalan lintas Flores.